Big Bosku Bijak euy!

Sore yang basah. Hujan yang tak lagi rintik masih enggan untuk berhenti. Sudah pukul 16.15 WIB namun Direktur kami belum juga muncul. Pergi entah ke mana. Padahal kami sudah sepakat untuk rapat  pk.16.00 WIB, Tya mulai duduk tak nyaman, mba Widya  mendesah nafas panjang, Dewi dan Yulis terlihat mengantuk, mbak Dipus menoton TV. Aku?? Menjadi pengamat, hehe..

             “tahu gini, aku tidur aja di kos” celetuk Dewi dengan suara khasnya yang mendebarkan hati dan telinga. hehe… pizz Wi.

            “nanti kalo sampe jam setengah lima direktur belum juga datang, Tya pulang aja” kata mba yuni yang merasa kasihan padanya karena Tya sudah nampak lelah, bekerja dari sebelum jam7 pagi tadi.

            Bener deh, sampe jam setengah lima Direktur belum juga datang, akhirnya Tya pulang. Pas jam setengah lima lewat sepuluh menit baru Direktur  datang. Rapat pun segera dimulai tanpa Tya dan tanpa Yulis Karena Yulis dapat jatah jaga apotek selama kami rapat.

            Tak begitu lama dari rapat dimulai Presiden Direktur pun datang. Beliau langsung masuk ke forum dan memberikan masukan atau lebih tepatnya wejangan yang inspiratif bagi kami semua. Presdir kami itu nampak begitu tenang dan bersahaja. Tutur katanya runut dengan bahasa yang mudah dicerna. Mungkin karena beliau berbicara pada kami menggunakan hati sehingga kami pun menangkap sinyal ketulusan itu.

            “Niat awal saya membuka sebuah usaha adalah melayani. Dalam bekerja kita tidak sekedar bekerja tapi BEKERJA dan BELAJAR. Dengan begitu kita bisa berkembang. Di awal-awal kita membuka usaha tidak untung tidak apa-apa,karena semua butuh proses tapi bagaimana kita bisa fokus pada konsumen. Saat kita melayani konsumen tidak mengapa kita memposisikan konsumen/pasien adalah raja/ratu sedangkan kita adalah pelayannya. Yang penting bagaimana pasien puas dengan pelayanan kita dan tak terfikir untuk melirik yang lain. Membuat pasien nyaman dan jatuh hati dengan pelayanan kita” presdir menjelaskan.

          “Berfikirlah yang besar jangan sampai pikiran kita dibebani oleh hal-hal kecil/tehnis yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Jangan sampai hal-hal kecil tersebut mengacaukan fokus kita pada konsumen/pasien. Kita harus berani menunjukkan diri kita dan bersaing dengan yang lain. Jangan bersembunyi di jalan sunyi yang membuat konsumen sulit menemukan kita” sambung beliau lagi.

             Kurang lebih begitulah pesan beliau pada kami. Alhamdulillah ya penantian cukup panjang menanti rapat ini berbuah manis melejitkan semangat untuk selalu menjadi yang terbaik dan memberikan manfaat untuk sesama.

Ayo-ayo-ayo Indonesia bisa,

Ayo-ayo-ayo kita pasti bisa.

Selamat BEKERJA dan BELAJAR 🙂

Iklan