Ini baru kejutan kecil lho!..

Hujan masih enggan menuntaskan menurunkan airnya ke bumi walau magrib sudah kian dekat (apa hubungannya ya? Tak tahu juga, hehe.). Fera pun beranjak keluar apotek menghampiri motornya entah untuk ngapain dan tak lama setelah itu… BRAAKKK!!!
“apa itu Fer??” teriak ku tertahan.
“kecelakaan mbak, motor dengan sepeda” jawab Fera sambil berlari menuju TKP.
Aku pun segera ngibrit ke luar apotek. kerumunan orang begitu banyak mengerubungi korban, ternyata di depan TKP sedang ada acara arisan ibu-ibu. Korban pun sudah segera di bawa ke teras rumah tempat arisan berlangsung yang persis di depan TKP. Darah keluar tak sedikit. Aku Panik dan segera lari kembali ke apotek mengambil kapas, perban, gunting, Rivanol, & plester. Kemudian Mba Pipit dengan sigap walau agak takut-takut (atau Cuma perkiraanku saja) mengelap darah yang keluar dari kepala korban.

Aku?? Panik dan agak bingung mau ngapain lagi. Jujur aku agak ngeri untuk membersihkan darah korban. Untung ada mbak Pipit. Lalu para warga sepakat membawa segera bu Suratmi ke dokter Bambang, dokter terdekat.

Saat sudah di dalam becak mau ke dokter bambang. Tiba-tiba, DUK!! Sandal korban terjatuh keluar becak.
“mbak, ibunya kejang!” teriak si penabrak yang masih kelas satu SMA. Sebut saja Dekas(adek kelas satu SMA). Dekas hendak menemani korban ke tempat praktek dokter Bambang.
Aku dan winni berlari menengok ke dalam dan melihat korban setengah sadar dengan mata hampir putih semua.

Panik & bingung ku makin menjadi. Tak menunggu lama kami segera ambil langkah seribu menuju dokter Bambang secepat mungkin, berlari di tengah gerimis dengan sedikit mengganggu lalu lalang pengguna jalan raya. Begitu sampai di tempat praktek dokter Bambang, korban di cek kondisi kepala, mata, dan sebagainya. Dokter Bambang pun menyarankan segera dibawa ke Rumah Sakit Wirosaban. Rumah sakit terdekat.
Setelah menunggu sedikit lama taksi pun datang dan mengantar kami ke RS Wirosaban.

Deg! Ya Allah tolong selamatkan bu Suratmi… pasti beliau punya keluarga yang sangat menyayanginya… menunggu dan menantinya di rumah..
Rasa bersalah menyergapku karena aku duduk di bagian tengah mobil taksi sejenis Avansa itu sedangkan korban di bagian belakang tanpa kursi namun dipangku tetangga beliau yang sesaat setelah kejadian tadi lewat dan melihat korban ternyata adalah tetangganya. Aku pun tahu nama korban dari tetangganya ini. Beliau sengaja di bagian belakang agar posisi badan dan kaki bisa tetap lurus.

Begitu sampai di RS Wirosaban, korban segera dibersihkan kepalanya menggunakan cairan infuse (Na Cl) kemudian dokter memeriksa keadaan beliau baru kemudian di tensi. Setelah itu dokter kembali ke ruangannya.

“keluarga bu Suratmi” panggil dokter
“keluarga bu suratmi” panggil dokter lagi
“keluarga bu suratmi!”

Aku pun tersentak dan segera sadar kalo itu pangilan untukku,
“iya dok” jawabku sambil tergesa menuju bu dokter.

“begini ya, bu Suratmi itu mengalami hemato yaitu luka tapi masih di bagian luar kepala, sekarang di observasi dulu dengan oksigen selama satu jam dan nanti dilihat apakah ada mual/muntah/perkembangan apa. Walaupun luka luar tapi karena ini luka di kepala, dikhawatirkan mengarah ke cedera kepala ringan.” Kata dokter dengan detail.

“iya dok” jawabku tanda mengerti.

“tapi tadi bu Suratmi sempet kejang dok dan mengeluarkan darah cukup banyak” kataku agak menggebu masih dengan sisa-sisa panik.
“kejang kayak apa?” Tanya dokter tenang.
Aku jadi gugup ditanya begitu. Aku pun memanggil Dekas meminta dukungan kalo tadi dia juga melihat bu Suratmi kejang.

Jujur aku heran dan kagum, kok orang-orang ini begitu tenang menangani korban kecelakaan, mulai dari dr.Bambang tadi, terus resepsionis, perawat dan dokter ini. Apa karena aku baru sekali ini ya ikut mengantar korban kecelakaan?? Pfff… betapa deburan emosi sangat penting untuk dikontrol dalam kondisi segenting apa pun, tetap tenang dan berusaha berfikir jernih itu mutlak karena panik membuat kita susah mengambil keputusan yang tepat dan cenderung ceroboh.
Alhamdulillah beberapa hari setelah itu akhirnya bu Suratmi sudah boleh pulang. Semoga beliau segera pulih seperti sebelumnya. Amin Amin Amin.

Aku tak tahu apa yang bakal menimpaku esok, atau bahkan satu menit lagi dari sekarang pun masih misteri karena semua mutlak kuasa-Nya. Seperti bu Suratmi, beliau pun tak menyangka akan dapat ‘kejutan’ begitu, saat itu beliau lagi bertugas menghidupkan lampu-lampu penerang jalan (karena itu lah tugas beliau). Dalam kondisi hujan pun tak menyurutkan langkah beliau untuk bertugas. Bagaimana dengan ku dalam bertugas (bekerja)?..

Untuk itulah kita (manusia) diminta untuk selalu menyiapkan diri kala panggilan dari-Nya (kematian) datang.. apakah sudah siap diri ini?… sudah seberapa banyak bekal ku siapkan dalam rangka menyambut panggilanNya?..
just remember for us.. 🙂

Iklan

Ada Ibu bertanya pada anaknya..

Sore yang mempesona memancarkan kilau keemasan. Detik-detik di mana sang surya mempersiapkan diri pulang ke peraduannya, berestafet dengan rembulan. Tak berapa lama, masuk dua orang pasien ke dalam apotek.

“kamu mau obat ato vitamin?” Tanya seorang Ibu kepada putra kecilnya yang terlihat sangat energik.

“sekek to” jawab si putra sambil berkeliling memandangi isi etalase dengan  cermat seolah sedang mencari sesuatu. Lalu ia kembali lagi ke arah Ibunya karena tak menemukan yang di carinya.

“kamu mau obat ato vitamin?” kembali sang Ibu bertanya. sepertinya putra sedikit pilek atau hampir batuk-pilek karena itu Ibunya memberi pilhan mau obat atau vitamin.

“gendong-gendong!” pinta sang putra.

Dalam gendongan ibunya, si putra mengedarkan pandangan menyusuri etalase atas berisi deretan vitamin-vitamin sirup sambil mengetuk-ngetuk dagunya seperti lagi berfikir keras.

“aku mau itu saja, seperti yang ada iklannya itu lho” putra menunjuk salah satu merek vitamin yang ada di etalase.

“yang ini saja ya, ini juga ada iklannnya” sang Ibu memberi pilihan lain.

“nggak mau, aku maunya yang itu, seperti yang di iklannya itu lho” ngotot putra.

“eh, ini juga juga ada iklannya, ada pilihan rasanya, ya, ya? Ada stroberi, jeruk, apel” bujuk Ibu. Sepertinya Ibu berharap nafsu makan putra juga bertambah dengan minum vitamin pilihannya karena memang pilihan vitamin Ibu ada penambah nafsu makan sedangkan pilihan putra tidak mengandung zat penambah nafsu makan.

“aku maunya yang itu!”

Perdebatan kecil itu pun berakhir dengan eksekusi pilihan pada vitamin pilihan Ibu.  Masih dengan rasa sedikit tak puas, putra pun turun dari gendongan Ibunya dan berjalan kembali mengitari etalase.

“aku mau itu” putra menunjuk ke arah deretan antiseptik cair.

“untuk apa?”

“untuk cuci tangan kayak di TV”

“ini aja ya, coklat aja” Ibu menunjuk coklat mungil-mungil seperti koin.

“nggak mau”

“ato ini aja permen mentos ato permen yang ini” beragam permen ditawarkan Ibu.

“aku maunya itu!” putra kukuh pada pilihanya.

Aku dan winni Cuma geleng-geleng sambil tersenyum bercampur takjub menyaksikan adegan unik itu..  sepertinya mbak Dipus yang melayani Ibu tersebut juga tak dapat menahan senyum..

kami seperti sedang menonton drama perdebatan kecil Ibu & anak, hal lumrah adalah anak-anak merengek minta permen ato coklat, ini merengek minta larutan antiseptik.

Putra pun mondar-mandir sambil menggerutu.

“ini bu belanjaanya, terima kasih” kataku sambil menyerahkan belanjaan.

“iya, sama-sama mbak”

“adek udah sekolah belum?” tanyaku sambil menatap putra.

“baru TK nol kecil mbak” kata si ibu sambil merapikan tas dan belanjaannnya.

“oh baru TK”

“iya mari mba” pamit si Ibu.

“aku mau itu..” kata putra lagi sambil menggerutu keluar apotek.

“sudah to, nanti tak tinggal” sang Ibu sedikit mengancam.

 

ketakjubanku pada si putra masih eggan hilang. Anak sekecil itu ternyata adalah pemerhati iklan di TV. Ketegasan kata-kata dan optimismenya menjatuhkan pilihan terlihat sangat dari pilihan kata dan gerak tubuhnya. Cerdas namun agak kurang sopan pada orang tuanya. Hmm… gimana pola pendidikan dari orang tuanya ya??…Sobat mau seperti apa anak kita kelak, ternyata bisa kita desain sejak dalam kandungan lho, karena proses mendesain kecerdasan anak dimulai sejak ia masih berupa janin. tengok note sebelumnya ya.. *Mendesain Kecerdasan* semoga bermanfaat.. ^-^

Nong jia cheng zhen

Siang itu mentari terasa begitu garang, semangat banget mencurahkan sinarnya ke bumi. Bisa dibilang ini adalah masa peralihan musim atau masa musim campuran antara hujan dan panas. Setelah sekian lama berpuasa hujan, akhirnya air dari langit pun turun, dengan sederas-derasnya. Menumpahkan kerinduan yang sangat setelah sekian lama tak menyapa tanah yogya. Namun bila si hujan rehat menumpahkan airnya ke bumi dan berganti panas, sungguh luar biasa garangnya sang mentari. Apa pun cuaca hari ini tetap harus disyukuri, begitulah ku paksa pikiranku berfikir bijak agar sikap ku pun ikutan bijak.

Walau sempat terserang malas yang hebat untuk beranjak keluar kos, akhirnya bisa juga ku usir keengganan itu, berangkat menuju puskesmas Umbul harjo dalam rangka mengurus surat sehat untuk pengambilan surat Visum Apoteker qu di dinkes propinsi DIY.

Yah, belum waktunya ternyata aq mengurus surat sehat hari ini karena puskesmas sudah tutup. Perkiraanku puskesmas beroperasi sampai jam 2 or jam 3, ini kan masih jam setengah 2??.. oh mungkin petugasnya lagi ada rapat, lagi2 pikiran positif yang ku paksakan plus sindiran untuk ku bahwa besok kudu lebih pagi datangnya (kena getahnya deh suka kesiangan! Hehe).

Akhirnya kulajukan motorku langsung ke markas IAI DIY di apotek UGM, sampai sana mba Tutik belum datang, namun mataku berbinar saat melihat sebuah majalah di kursi kafe apotek UGM. Bisa membunuh rasa bosanku nih menunggu mba Tutik. Aku pun melihat daftar isi majalah media AAM tersebut dan menjatuhkan pilihan pertamaku untuk membaca rubriK cakrawala tepat di halaman lima belas.

Antony Dio Martin menuliskan bahwa To be (menjadi) adalah hal yang sangat vital bagi kesuksesan pencapaian gol seseorang. To Be artinya anda mulai menempatkan diri, menciptakan sikap, dan keadaan seolah-olah anda telah mampu merasakan apa yang anda inginkan. Sebagai contoh, Tina ingin menurunkan berat badan. (deg! Kok aku merasa tersindir yaa..) Dari pada ia memaksa diri langsung olah raga, saya (Antony Dio Martin) meng-coach bagian To Be pada dirinya yang tampak langsing, sehat, & energik. Bahkan saya mengajaknya menggunakan sepatu olah raga dan baju bekas yang ukurannya lebih kecil yang muat kembali pada dirinya. Tina pun membayangkan dan menciptakan perasaan dan kondisi itu. Denagn demikian terasa sekali energinya yang luar biasa, sampai-sampai akhirnya Tina pun mengatakan “rasanya saya tak sabar lagi untuk segera berlari dilapangan”.

Lihatlah saat To Be kita telah dibangun maka To Do menjadi lebih mudah dilakukan.

Setelah menuliskan apa yang ingin anda capai (To Have) serta apa yang ingin anda lakukan (To Do), pikirkan pula identitas dan situasi pada diri anda yang mendukung tindakan tersebut. Bayangkan anda telah memiliki identitas dan situasi yang mendukung tindakan anda tersebut, kemudian mulailah melakukan situasi. Percayalah, hal ini kan lebih cepat mendekatkan diri anda pada tujuan dan cita-cita nada.

Tulisan Antony Dio Martin tersebut mengingatkanku pada cuplikan kalimat dalam buku 7 Keajaian Rezeki, yang berbunyi “Nong jia cheng zhen” artinya main-main jadi sungguhan, di buku tersebut Ippho Santosa menjelaskan bahwa salah satu yang mempercepat impian kita terwujud adalah membayangkan impian kita kemudian berpura-pura seolah-olah itu sedang terjadi. Teruslah berpura-pura sampai itu benar-benar terjadi.

                Well, apakah adrenalinmu sudah terpacu??.. bila kamu sudah punya Visi (To Have) dan Misi (To Do) so cobalah sensasi  efek dari To Be (menjadi) sebelum menjalankan To Do mu. JImage

Pertama Bukan Pertama

Pandangan pertama…
Pudar
Suram
Meredupkan angan tuk mendekatinya
Memenjara jemari tuk menjamahnya

Kenangan pertama…
Menoreh luka
Mengoyak mimpi
Membumi hanguskan padang bunga
Selaksa menjelma lautan abu

Azzam pertama…
Menutup sejarah tentangnya
Mencuci tangan darinya
Menghapus memori kenangannya

Takdir pertama_Nya
Mengguncang mimpiku
Menyibak kelam yang lalu
Membuncah gelisah
Menerbit dilema

Sang waktu tak pernah rehat
Kuikuti alur sepoian angin
Berteman gemuruh perang impian
Tak melawan aliran sungai
Mengantarku pada samudra hikmah

Kala mendung berkawan pelangi
Saat kuncup berestafet mekar
Pesona mawar menyuguh kasturi

Labuhan Tanya

Ingin kugapai sang mentari
Untuk kuserap hangat sinarnya
Untuk kujelajah biografinya
Agar kutiru ketangguhannya

Namun ku diberi sang rembulan
Hati bertanya tanda tak puas
Jiwa berontak seolah tak rela

Kesadaran ku terguncang
Kala angin datang membawa kabar
tuk menelaah lebih dalam kualitas diri
Benar telah siapkah ku menggapai sang mentari?
Telah kuatkah kulitku menyerap sinarnya?
ataukah akan melepuh?
Telah kuatkah jiwaku menghadapi kegarangannya?
ataukah masih rapuh bersimbah luka?

Malam hadir
tuk menyiapkan diri menuju pagi
Rembulan datang
tuk menguatkan diri menyongsong mentari

Kala mimpi itu belum ditangan
Tak berarti ia takkan tergapai
Yakinkan diri bahwa segala yang hadir
adalah bekal tuk menuju mimpi ku

Mengumpul energi dari berbagai penjuru
Sekuat tenaga membuka hati
Tuk menerima semua yang hadir
Walau hati dan ingin belum sejalan
Walau tumpah segala gundah gulana
Walau pecah bendungan air mata

Who am i?..

Kecil-mungil
Imut-imut
Nge-gemesin

Jangan mendekat bila kau waras!
Jangan meremehkan mungil diriku!
Jangan menyimpanku semau loe!

Keluargaku banyak,
Komplit suku bangsaku
Aku pun  mengenal strata sosial
Bila kau borjuis, pilih lah kelas branded
Bila kau sederhana, tak mengapa pilih generik
Bila kau selebritis, suka-suka lah

Bhinekal tunggal ika prinsipku
Generik atau branded sama-sama maknyus!

Jangan menilai dari pahit tubuhku
Bila kau sabar denganku
Rasakanlah manfaat diri ku sungguh fantastis!
Asal kau tak asal memilihku
Asal kau tak ceroboh memanfaatkanku

Pusingmu terbang dengan hadirku
Nyerimu pamit karena kunjunganku
Sesakmu bablas takut padaku
Imunmu bangkit bertemankan aku

Harapan hidup bisa kau nyalakan bersamaku
Namun jangan bermanja diri denganku
Jangan menggubrisku bila kau waras
Jangan melirikku bila hanya sekedar lelah
Jangan menikmati diriku karena pesona sesaat dariku

Sekarang, kau boleh tertawa denganku
Tapi racun dariku mulai menjalarimu
Karena kau mendekatiku dikala tak perlu
Dan menjauh dariku saat kau butuh aku

So bertanyalah pada sahabat karibku
Yang dapat kau temui
Di markas legalku
Bisa kau pilih:
Apotek, Rumah sakit, Klinik,
Industri Farmasi, PBF,
dan tempat lain penegak kesehatan

Yup, sahabatku itu bisa kau panggil:
Apoteker atau Farmasis
Aku cinta Dia
karena cuma dia yang paling paham tentang aku
Now, Do u know who am i pren?… ^-^

Rasa yang Fantastis!

Keengganan menguasai segenap hasratku
Didukung kemalasan yang hadir tanpa diundang
Berharap tak menemukannya
namun terbersit cemas
Sampai kapan terus menghindar…

Rintihan nurani tuk melepas beban itu
Tak sanggup kutolak
Perlahan namun pasti
Pemilik jiwaku membuka celah-celah harapan

Semangat pun terbit
Harapan berkobar dahsyat
Keceriaan mengiringi irama denyut nadiku
Walau tersisa secuil cemas
Bekal kepercayaan pada_Nya berefek sistemik
Serasa seluruh mahluk mendapat titah dari_Nya
Tuk mengokohkan pendirianku

Tunduk pasrahku pada_Nya
Plus mantapnya keyakinan
Menarik musim tuk berbunga saat ini
Kejutan dari_Nya mengharu biru
Tak serumit yang difikir
Lebih indah dari yang diharap

NB: Zemangaaaaaat!!… ^-*

Gejolak jiwa tak bertepi…

Entah berapa trilyun detik q yang telah lewat…
Entah berapa kebaikan yang tlah q lakukan dengan tulus….
Entah seberapa tingginya dosa telah tercetak dengan sadar atau pun tidak…

Nilai ujian jelek masih ada ujian ulang or semester pendek
Barang rusak masih ada peluang tuk di servis ulang
Namun saat hari pengadilan_Nya tiba, adakah kesempatan tuk mengulang yang telah lalu?….

Waktu begitu terasa berharga saat dikejar deadline
Berefek tuk berusaha melakukan yang terbaik en sesempurna mungkin….
Namun adakah yang kan memberitahu kapan deadline ajal bakal datang menjemput q?…
Mumpung nafas ini masih gratis
Mumpung masih hidup di dunia ini
Mumpung masih sehat en muda
Berusaha mendesain masa depan dunia en akhirat sebaik mungkin…
Dunia yang mempesona ini hanya sekejap mata, sedangkan….
Akhirat yang begitu terjal menuju kemuliaannya begitu curam en perih namun manis madunya begitu abadi… tak sadarkah atau tak mau sadar?….

jangan cengeng dengan perih yg terasa organ tubuhmu!
Jangan mengeluh dengan rumitnya perjalanan menuju puncak kualitas diri di jalan_Nya.!
Jangan cemberut menghadapi lika-liku skenario hidup ini!
Jangan lemes dengan segala hal yg menurunkan kekuatan dirimu!
Teruzlah berjuang sampai habiz waktumu di sini!
Karena kesempatan dari setiap detik hidupmu yg tlah berlalu tak dapat dipanggil kembali walau sekejap!
Jangan silau en terlena dengan madu en bunga palsu yg menghampirimu!
Ingat selalu visi adanya aq di sini… di dunia…. en orang tua q yg selalu berharap yg terbaik tuk diri q…..!!

aq bukanlah kata-kata q, namun….
aq adalah apa yang q lakukan….
Planing sesempurna apapun tak bernilai jika tak direalisasikan…
tak penting siapa yang berbicara or menulis…
Tapi lihatlah apa kata-katanya yg sarat manfaat, ambillah segera en buang jauh yang merupakan sampah kata-kata tak berguna….

Renungkanlah… jangan sekedar hayalan en kata!
Namun buktikan dengan sikap nyatamu!
Bismillah insya Allah bisa

Tak Selamanya Mendung itu Mendung

Cerahnya sang mentari pagi tak selaras dengan mendungnya jiwaku
Bertumpuknya nafsu tak jelas, seolah memadamkan nurani yang kian redup
Kenyataan yang tak sesuai harapan pun terjadi..
Penat itu makin menjadi
Sukarnya mengukir senyum untuk manusia lain

Ternyata..
Mendung itu berganti hujan lebat yang menyegarkan hati& fikir
Kenyataan yang berbalut topeng dingin itu terasa begitu manis sekarang
Semangat menjalari setiap aliran darah
Harapan tersulut, mengaktifkan sel-sel jiwa
Tak sampai puluhan menit berlalu…
Hujan itu membawa pesan kehidupan dari Ilahi untuk taman bunga yang begitu gersang
Kuncup-kuncup itu bermekaran, menampakkan jelas indah kelopaknya
Syukurku atas kuasa_Nya menyingkirkan penatnya jiwa

Open your mind, open your heart
Hidup yang rumit karena rumitnya fikiran
Hidup yang indah karena lapangnya jiwa
Kenapa tak meluaskan jiwa tuk menyongsong setiap kejutan dalam fase kehidupan qta dari_Nya?…

My Star

Kulihat satu bintang..
begitu indah memukai
cahayanya mampu mengukir senyum insan yang memandangnya
tergerak rasa, terpacu motivasi tuk menujunya
kuatur langkah, kurancang strategi
sekian hari berlalu dengan pusing plus gembira merancang mimpi ini

namun..
satu hal terlupa,
survey lingkungan menuju bintangku belum komplit
ia terasa begitu dekat & mudah dijangkau
ternyata perjalanan menujunya begitu panjang berliku
banyak duri yang kan ditemui
banyak peluh & air mata kan tercucur
ternyata dalam perjalanan menujunya banyak jalan berkelok penuh cahaya warna-warni yang mempesona

namun..
cahaya bintangku lebih indah & memukau
cahaya bintangku begitu menghangatkan
cahaya bintangku bukanlah sesuatu yang fana
kuat, pasti kuat!
lurus, harus lurus!
godaan itu jangan dilirik!
rayuan itu jangan digubris!
walau terseok & tertatih kumenujunya
Penggeganggam jiwaku tak kan pernah tinggal diam
Bismillah mohonku pada Desainer bintangku yang Maha Agung..
tuk kokohkan niat, mantapkan langkah menuju bintangku.

_rumi_