MANTRA Berbuah CINTA # 4

Jreng- jreng! Cerita  si Aya nongol lagi, masih berminat kan?.. belom bosan ya?_maksa.com, semoga tak kesel ya selalu dijejali kisah ini?.. yuk mariii..

Part-4

“Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu “

         Alarm berlagu ‘Yang Terbaik Bagimu Ayah’ yang dinyanyikan Ada band feat Gita Gutawa itu membangunkanku.

Segera melompat dan ngibrit ke kamar mandi merupakan strategiku agar tak tergoda untuk tidur lagi. Pengalaman nyataku bila bangun dan terus menggeliat di atas kasur malah meningkatkan nafsu tidurku dan menghilangkan harapan untuk bisa bersujud di sepertiga malam. Secara aku masih belom stabil menjalankan sholat lail (Tahajud) ini so kudu berjuang ekstra untuk membiasakannya.

Dan kadang aku suka nggak kuat tahan pipis lama-lama, lho??… yup, beberapa hari ini aku hampir selalu kebelet setiap bangun tidur karena malam sebelum tidur, membiasakan diri minum air sebanyak mungkin supaya bisa bangun sebelum shubuh. Strategi bangun malam yang kutirunya dari ustad Yusuf Mansur.

Ups, lupa… ini hari selasa, jadwal air mati, otomatis air di kamar mandi dalam kamarku tak cukup layak untuk berwudhu. Aku harus menuju kamar mandi besar yang berada di belakang, dekat dapur. Di sana stok air lumayan melimpah. Tapi.. suasana di luar kamar sangatlah sunyi dan gelap, penghuni rumah ini seperti belum ada yang terjaga. Ini baru pukul tiga pagi. Namun suara berisik di rumah sebelah, membuatku sedikit ngeri. Beberapa pribumi kotaku ini seperti tak punya toleransi, di tengah malam atau pun pagi buta masih saja suka berteriak-teriak nggak jelas. Kubulatkan tekad menuju kamar mandi besar, bismillah.

Krek! suara pintu kamar kubuka. Baru melangkah, seekor kecoa nyebrang di depanku tanpa rasa bersalah membuatku hampir berteriak dan menurunkan lima puluh persen keberanianku. Jantungku berlari bak mengikuti lomba maraton. Ruangan kubus super besar berlantai semen halus dengan dua bak mandi yang juga tak kalah besar berdampingan menjadi tujuanku. Sedikit tergesa masuk ke dalamnya dan hampir kepleset plus sangat lemes melihat seekor cacing di pojokan.

‘Oh Allah, begitu mengerikannya untuk sekedar wudhu dalam rangka bermunajat kepada-Mu.’ Jerit hatiku.

Tak berlama-lama, segera kuambil langkah seribu menuju kamar. Alhamdulillah betapa leganya sampai di kamar kosku yang terang dan super duper nyaman.

Dalam doa malamku setelah diawali dengan surat Al Fatihah, istigfar, hamdalah, tasbih dan sholawat kemudian lanjut melantunkan keinginan hatiku, aku pun memohon:

 “Duhai Allah yang Maha Menguasai hidup seluruh mahluk, yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu, hamba memohon dengan sifat pengasih dan penyayang-Mu, tolong anugerahkanlah seorang pendamping yang sholeh/sholehah, yang terbaik menurut-Mu untuk mbak Ury, mbak Yat, mbak Tria, kak Bin, mbak Sar, bu Andy, Ning, Ima, Asti, Idon, Una, Is, Iil, Anti, Aan, Eni, Mbul, Iting, Hamdan, Iduk, Fa’i, Amad, Fafan, dan seluruh umat muslim di dunia ya Allah… termasuk untuk hamba juga ya Allah… Engkau Yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu, hanya kepada-Mu lah kami mohon petunjuk, hanya kepada-Mu lah kami bersujud dan menyembah serta hanya kepada-Mu jualah kami memohon pertolongan, tiada daya upaya selain dari-Mu Ya Rabb” kemudian aku pun menutup doaku dengan mengucap lagi tasbih, tahmid, istigfar dan sholawat, Amin Allahumma amin…

Jadi inget pesan Ustad Yusuf Mansur dalam ceramahnya ‘The art of Doa’ diantaranya yaitu ketika berdoa alangkah lebih baik bila kita mengawali dan mengakhirinya dengan pujian (tasbih), ungkapan syukur (hamdalah), permohonan ampun atas semua khilaf (istigfar) serta sholawat agar saat berdoa, diri kita tampil dalam keadaan sebersih mungkin di hadapan-Nya. Seperti seorang anak yang meminta hadiah pada Bundanya, dia akan bermanja dan bertingkah manis dulu untuk mengambil hati sang bunda. Baru mengungkapkan keinginannya.

Isi doaku pun terinspirasi dari sebuah hadis Riwayat Muslim yang berbunyi “Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata kepada-Nya (Ya Allah, kabulkanlah dan semoga bagimu juga mendapatkan balasan yang semisal)”.

                                                              ***

           Kala itu, malam menjelang pulang kampung. Begadang tanpa tidur sejam pun, coz kudu packing barang yang seabrek bo! Dan… sebenarnya khawatir bangun telat coz pesawatnya pagi sekitar jam enam so sebelum shubuh kudu sudah berangkat ke bandara.

Lelah dan ngantuk tapi seneng dong ya mau ketemu Ibu & Bapak insya Allah. Sekitar setengah tujuh pesawat meninggalkan kota gudeg menuju kampung halamanku. Sebelum sampai di kotaku, pesawat transit dulu di bandara Sultan Hasanudin. Pemberitahuan waktu transit satu jam membuatku lega masih bisa mendirikan sholat dhuha. Horeeee.

Baru di awal rakaat sholat dhuha…..

 “Para Penumpang Pesawat Rajawali air dengan nomor penerbangan JI 123 tujuan Apur dipersilahkan naik ke pesawat”

Deg!  grogi, panik menyerangku plus rasa bersalah yang teramat sangat karena nggak khusyu’ sholat. Namun tetap kuteruskan sholat dhuhaku. Alhamdulillah selesai sholat langsung ambil langkah seribu. Jantungku ngos-ngosan. Ini sudah panggilan ketiga.

Mana pake acara salah jalan pintu masuk lagi. Untungnya ketemu penumpang yang senasib dan… hup! Bisa juga masuk pesawat lagi, kagak jadi ketinggalan deh. Alhamdulillah banget.

Tahukah kawan, apa yang kurasa bila memulai hari sebelum jam tujuh pagi? Kegelisahan menderaku lumayan gencar. Kekhawatiran tidak dapat melaksanakan sholat dhuha membuatku sedikit lemas menjalani hari. Namun ketika kita memiliki komitmen untuk itu, ternyata Allah akan selalu memberikan jalan untuk kita. Peristiwa hampir tertinggal pesawat kemaren membuatku makin mantap untuk istiqomah menjaga sholat dhuhaku.

Masuk ke topik sang pangeran. Bila mengingat proses ta’arufku, rasanya deg-deg ser! Dia yang berada di pelosok nan jauh di mata, sedangkan aku mendamparkan diri di ujung pelosok negriku. Cukup lama nggak kontak, kadang membuatku lupa sedang berta’aruf. Dan begitu terharu saat sadar ternyata proses itu masih terus berlanjut. Bila dilogika, kok ya susah banget masuknya. Dia yang lagi sibuk-sibuknya mencari segepok berlian di kota sebrang dipertemukan denganku yang saat itu sedang menghitung hari-hari terakhir di kota pelajar. Takjub banget dah sama campur tangan dan kuasa Allah.

Bukankah waktu di sepertiga malam terakhir termasuk salah satu waktu terbaik untuk memohon kepasa sang Maha pengabul setiap doa? Bukankah seorang pangeran (seorang permaisuri-bagi cowok-) adalah salah satu rezki dari Allah? Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa sholat dhuha merupakan salah satu ikhtiar mendatangkan kucuran rezki tiada terkira dan tak terduga.

Bisa ditebak ya? Yup, MANTRA (MANuver Top & Riil/nyAta) ketiga dan keempat adalah SHOLAT TAHAJUD dan SHOLAT DHUHA.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s