MANTRA Berbuah CINTA # 1

Iiih pengen nikah deh…

Tapi.. gimana bisa nikah kalo nggak punya pacar???..

Hayuk tengok sepotong episode seorang Aya.

                              

# Part-1

Hai kawan, aku ingin menuturkan sepotong episode dalam hidup seseorang yang begitu dekat denganku. Panggil saja Aya.

Metode bercerita di sini menggunakan tehnik dengan sudut pandang aku. Oke. Mulai yuukk!

Oya kenalan singkat dulu. Panggil aku Aya. Boleh juga dipanjangin jadi ‘Ayaaaaaaaaaaaaaaaaa’ tapi pikir-pikir dulu deh ya kalo mao manggil panjang gitu coz khawatir satu kampung bakal keluar semua denger suara cemprengmu yang cetar membahana. Hihi.. pizz yaaa. Aku seorang Apoteker muda yang lagi mengabdi di sebuah apotek cantik nan unik.

Bila melihat pasien yang datang ke apotek. Ibu muda bersama jagoan kecil atau Bidadari manisnya, hatiku didera getaran halus yang begitu menggigit. Kebahagiaan terpancar indah dari kebersamaan dan canda tawa mereka. Iri yang positif kan sahabat?… semoga.

Apalagi bila sedang ditelpon Ibu tercinta. Pertanyaan yang jarang absen keluar dari bibir manis Ibuku itu, “Gimana Ya, kapan Ibu dikenalin? Masak Ibu nggak dikenal-kenalin? Ibu kan udah pengen lihat Aya nikah..” begitulah kurang lebih pertanyaan yang sering membuat hatiku bergetar, yang baru mampu kujawab dengan tawa kecil pengalih perhatian dan jawaban “nanti ya Bu insya Allah Aya kenalin kalo udah waktunya” walaupun dalam hati aku pun tak tahu, kapan waktu itu tiba.

Keinginan itu terkadang memunculkan tanya dalam hatiku, apa aku udah benar-benar SIAP untuk menikah?.. atau baru SEKEDAR INGIN karena melihat satu per satu teman-temanku melepas masa lajangnya?.. sudah seberapa banyak bekalku menuju kehidupan rumah tangga?..

Gencaran senjata eh gencaran doa pun segera kulakukan. Tak lama berselang,  aku merasa doaku mulai dikabulkan Allah. Satu persatu pemuda datang, ada yang datang sendiri dan beberapa lewat temannya (efek samping bergaul/silaturahmi). Tapi.. ketika ada yang datang, kenapa aku malah dihantui perasaan takut dan gentar menghadapinya, apakah ini sinyal, belum siapnya diriku?.. maka bisa diduga, jawaban yang kuberikan adalah negatif. Muncul rasa bersalah kepada-Nya, aku meminta dengan sangat tapi ketika Allah menghadirkannya, aku malah mundur. Hmm… masih payah ni mental nikahku. Astagfirullah.

Berburu ilmu ke arah ‘sana’ pun mulai rutin kujalankan. Wejangan ustad Yusuf Mansur dan Ippho Santosa cukup menggerakkan diriku untuk mengikuti jejak mereka, walau tak seutuhnya. Paling tidak beberapa cipratan aksi positif mereka dapat kutiru. Rasanya… luarr biasa.

Inilah MANTRA (MANuver Top & Riil/nyAta) berbuah CINTA yang pertama: BERDOA, me-MINTA sama ALLAH, pemilik cinta sejati.

 

bersambung..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s